Jilbabers di 21 Sun Plaza

Hari ini premier Ayat-Ayat Cinta di Medan. Eh, tepatnya premier untuk jadwal reguler, karena sabtu kemaren udah tayang deluan untuk mid night show. Sun Plaza agak spesial kali ini, karena banyak banged muslimah berkerudung yang mengunjungi, daya tariknya tentu saja Ayat-Ayat Cinta yg memang diangkat dari novel islami karya kang Abik yang udah deluan best seller di pelosok nusantara dan beberapa negara lainnya.


Yang lebih spesial lagi, pasukan jilbabers yang memadati Sun kali ini bukan hanya yang muda-mudi saja, tapi juga ibu-ibu perwiridan. Ada temen tante Emma yang kebetulan ketemu nonton, komplet dengan gerombolan wirid rabunya.


Jarang-jarang Sun 21 muter film Indonesia, biasanya khusus hollywood ato film dari luar semua. Kalo pun ada film Indonesia yang diputar disini adalah film yang emang laris setelah diputar dibioskop lainnya: Palladium 21. Ini bukan cuma opini au lho, tapi pak Irfan, manager operasionalnya yang bilang. Jadi film lokal yang diputar di Sun 21 pasti bukan di hari premier kayak Ayat-Ayat Cinta, tapi yang udah terbukti laris dowang kayak Naga Bonar Jadi 2 dan Love.


Balik ke suasana baru yang menyelimuti Sun 21, nonton kali ini dapet tiketnya dari program Retensi Indosat Cab. Medan. Jadi judulnya gratisan deh.. Tapi sukurnya masih dapet pw buat nonton, di F. Soalnya satu studio 1 ini penuh lho..


Suasana ngantri juga bukan cuma di loket pembelian tiket, tapi juga di pintu masuk bioskop. Padahal yah semua penonton udah dapat nomer kursi masing-masing kan yah, tapi tetep aja pada berdiri ga sabaran di depan pintu studio seolah-olah nanti setelah pintu studio buka semuanya rebutan, hehehehe.. Jarang-jarang terjadi nih...



Didalam juga, berisiknya persis kayak mo rapat kelurahan. Banyak banged obrolan-obrolan kelompok kecil, yang bikin suasana jadi kayak sarang lebah. Semua scene film dibahas, dibandingin ama versi novelnya.


Juga ada suara anak-anak nangis, iih..berisik. Trus yang paling bikin ga nyaman adalah barisan cewe-cewe ga jelas di belakangku: kakinya selau ngentak-ngentak kursi ku dan ketawa-tawa ga pada tempatnya. Ohya, juga ada yang ditengah seriusnya film tiba-tiba ngangkat telpon dengan suara keras, ngobrol dengan santainya seolah-olah dia lagi diruang tamu. Ga mikir banged klo orang lain lagi berusaha menghayati setiap kalimat dan adegan yang mengharukan... Ngudik...!


Ohya, aku sama sekali belon cerita soal filmnya yah? Hmmm..ga usah aja kali yah. Soalnya pasti udah banyak banged reviewnya dimana-mana kan? Ato malah juga udah nonton sendiri. Jadi ga penting banged buat dibahas. Suasana nonton jauh lebih menarik...


Cuma aja, ada dua bagian cerita yang aku sangat harapkan divisualisasikan tapi taunya ga ada di film ini. Bagian pertama adalah saat Fachri sakit di kontrakannya dan ayah Maria menjenguknya dan kaget karena ternyata lantai kamar mandinya bocor dan meneteskan air di kamar Fachri. Saat ditanya kenapa ga ngomong soal kebocoran itu dengan bijak Fachri bilang bahwa lantai yang bocor itu juga adalah atap kamarnya, sehingga jika akan diperbaiki maka yg bertanggung jawab adalah kedua belah pihak, sementara dia sedang kesempitan keuangan maka dia memilih menunda memperbaikinya.


Menurutku bagian ini tidak divisualisasikan karena memang tidak ada peran ayah Maria di film ini. Dari awal film Maria hanya didampingi ibunya.


Bagian kedua yang juga aku harapkan ada visualisasinya adalah saat Maria bersimpuh di pintu surga memohon kepada Maryam untuk diizinkan masuk surga sambil melirihkan surat Maryam. Kurasa ini tidak divisualisasikan karena terlalu beratnya menggambarkan surga dan Siti Maryam. Juga menghindari kontroversi yang mungkin muncul jika ditampilkan.


Bagian lain yang juga hilang adalah saat Fachri diundang keluarga Maria makan malam di restoran mahal dan Fachri memberikan tauladan kepada teman-temannya bagaimana menghormati pemberian dan memilih makanan yang pantas. Ahh..walaupun bagian ini seharusnya penting untuk menunjukkan sisi wise dari seorang Fachri.


Dari sisi cast, aku sedikit kurang merasa nyaman dengan aktingnya Rianti. Yah, menurutku dia kurang bisa membawakan aura Aisya dengan baik. Ekspektasi ku dan mungkin banyak orang adalah hadirnya sosok Aisya yang kagum akan Fachri dan islam, lembut, santun, bersahaja. Tapi kok kesannya malah Aisya yang dibawakan Rianti agak ninggi, terlalu elegan (kalo bukan ninggi) dan kurang santun. Mungkin aku udah terlau naam image nya Rianti yang VJ MTV kali yah.. Ga tau lah.


Over all, ini adalah film yang sangat recomended untuk ditonton. Walaupun memang sudah beredar bajakannya yang dicopy saat proses editing di studionya MD, tapi sangatlah pantas dan berharga untuk nonton di bioskop. Jangan lupa siap-siap tissue atau sapu tangan, karena buat pencinta drama yang melankolis akan sangat-sangat menyentuh.


Selamat buat mas Hanung atas filmya, ditunggu film dahsyat berikutnya, tanpa pengunduran jadwal tentunya, hehehe.. Juga, kalo bisa nonton film ini jangan saat ramai deh, biar syahdu suasanaya :p

MarComm Indosat Gathering 2008

Kalo-kalo ada yang memperhatikan frekuensi postingku belakangan ini, aku update blog terakhir sebelum postingan Gempa itu awal bulan februari. Lumayan panjang istirahat postingnya. Yah, aku ga sempat-sempat posting (walo waktu itu banyak materi posting) adalah karena sedang sibuk banged dengan banyak list to do layout dan MarComm things. Salah satunya adalah untuk dikirimkan ke acara yang dijadiin judul post ini: Marketing Communication of Indosat Gathering Early 2008.


Ini adalah event semesteran MarComm nya Indosat dan biasanya dilaksanakan sebagai hajatan akbar, karena review kerja dan planning for whole past and next year di bahas disini. Dan aku, yang baru bergabung dengan MarComm Indosat cabang Medan selama sepuluh bulan ini mendapat jatah berangkat, mendampingi koordinator dan kepala cabang.


Even kali ini diselenggarakan di Jakarta, tepatnya di Upper Room lantai 10, Nikko Hotel. Venue nya keren banged, dan theme acaranya kali ini adalah perang bintang dengan tajuk: Indosat Stikes Back. Dari sebelum-sebelum acara kita ga diwajibkan pakai dresscode apa-apa, padahal Dealer Gathering dan meeting kepala cabang yang diselenggarakan sejak 2 hari sebelumnya diwajibkan pakai baju corporate dan branding. Ternyata kita dikasi seragamnya di registrasi: t-shirt hitam berlabel Stikes Back..

Venue yang diset kayak bioskop (asli keren banged, berasa kayak lagi ngehadiri premier film, bukan gathering) dibuka sekitar setengah jam setah semua marcomers dari semua cabang berkumpul di lobby dengan suguhan pembuka. Dan aku lumayan terkaget-kaget karena ada film pendek yang diputa sebagai pembukaan acara. Asli, budget acara ini pasti mendekati angka seratus juta deh...

Sesi awal gathering diisi ama review kerja MarComm secara nasional, region dan cabang oleh mbak Turina Farouk. Dia ini adalah Div Head MarComm Indosat, dan pangkatnya adalah Vice President. Hmm, ga bakal nyangka soalnya dia masih keliatan muda baged. Secara outlook kayaknya masih awal 30an tahun! Akh..pangling daaah liatnya. Selain mbak Rina, pembicara yang lain adalah orang-orang dari MarComm head quarter lainnya yang masih dibawah mbak Rina.

Dan karena acaranya diselenggarakan hari jumat, break siang lumayan panjang: satu setengah jam. Dan dari pada kepikiran bete, mbak Dewi a.k.a. koordinator ku ngajak ke EX Plaza Indonesia, cuma tinggal nyebrang dari Hotel Nikko ini. Ya uda, langsung deh ama beberapa rekan marcomm lainnya cabut kesana. Kita sekalian makan siang dimana. Ohya, makan siang kali ini makin menguatkan pendapatku betapa enaknya makanan di Medan, karena ternyata Sop Buntut yang aku pesan di food court sini (yang juga direkomendasi 'enak' oleh temen-temen sini) ternyata rasanya datar, ga lebih dari rasa bawang goreng pakai kecap dowang, huehuehue.. Ga lagi deh...

Balik ke acara yang dijadwalkan jam setengah dua telat, akibatnya kami ketinggalan foto session dengan semua peserta, sial..! Kenapa ga dikasi tau dari awal kalo ada sesi ini, jadi kami bisa siap-siap ontime baliknya.. Ini belum termasuk aku dan mbak Dewi dicari-cari pak GWH (kacab ku), sial deh..


Oh ya, setiap selesai presentasi (ada 5 presentasi kali ini) diumumkan nominasi untuk MarComm Competition 2008, yakni kompetisi dari kreatif-kreatif marcomers lokal di kantor cabangnya masing-masing dengan kategori semua posmat kayak spanduk, t-banner, baligho dan sebagainya. Inilah yang kupersiapkan selama 2 minggu terakhir makanya banyak waktu tersita buat ngeblog, selain juga banyak launch progra dan event lokal lainnya. Dan aku- eh, cabang Medan mendapat 3 nominasi kali ini, 2 diantaranya adalah kreatif yang aku kirim: Baligho dan Branding Becak. Satu lagi adalah kreasi wartawan yang dikirim Roy: media release. Ini cukup prestasi ternyata, mengingat anjloknya rangking cabang Medan secara nasional, dan ini akan aku ceritakan lebih detil di akhir post ini.


Gathering kali ini sempat dihadiri oleh pak Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat. What an honour kan. Dan acara masih berlangsung terus sampai jam 5 sore, ini termasuk membahas work plan quarter-quarter berikutnya.


Diakhir sesi pertama ini ada kejutan dari head quarter: ada farewell. Pindahan beberapa manager MarComm HQ ke divisi bentukan baru. Dan ini lumayan menarik perhatian karena diset mengharukan dengan ucapan-ucapan perpisahan dari small team HQ yang ternyata bayak berantem-berantema juga, kirain cuma team cabang Medan aja yg punya bayak beranteman, hehehe...


Break makan malam ga kemana-mana. Soalnya waktunya pendek dan takut kalo-kalo kehilangan moment lagi. Semuanya pada makan di lokasi. Dilanjut ama foto-foto. Yah, harus selalu ada moment buat dikenang kan..


Sesi acara malamnya lebih ke party. Yah, lebih banyak porsi hiburan kali ini, dan acara utamanya adalah penganugrahan untuk karya kreatif lokal yang sudah dinominasikan di sesi sebelumnya.


Kali ini para new marcomers (tepatnya baru kali ini ikutan gathering) didudukkan di barisan paling depan dan diberi kesempatan memperkenalkan diri kekeluarga besar MarComm. Banyak yang memang baru menjadi karyawan Indosat juga ada yang pindah bagian, dan aku adalah salah satunya.


Kesempatan lain yang aku dapatkan adalah mejadi pembaca nominasi dan menyerahkan hadiah ke pemenang lomba. Ohya, for your information dari 9 kategori yang aku ikuti aku mengirimkan 14 karya lokal dan hanya 3 yang menjadi nominasi. Dan tau gak, TANPA KWMANGAN sodara-sodara, hehehe.. Sedih dih, juga malu.. Soalnya dari 20an kategori terbaik (belum termasuk kategori Out Standing) dengan 3 pemenang di tiap kategori berarti ada 60 kemenangan kan? Dan aku rasa cuma cabang Medan deh yang kebagian 'best' satupun.. :(


Dan awarding bukan cuma untuk kategori 'best', sebelum penyerahan award 'outstanding', ada 6 tangkai mawar kuning untuk The Worst Branch dalam beberapa kategori. Bisa ditebak, cabang medan secara borongan menyabet 3 kategori: The Worst Awareness Mentari, StarOne dan Matrix. Dan perwakilan cabang harus maju kedepan untuk menerima 'penghargaannya'. Berhubung mbak Dewi dan pak GHW udah cabut deluan maka mau gak mau akulah yang maju ke depan...


Yah, ini mungkin memang kenyataan di Medan, bahwa operator kami sangat-sangat underdog disini. Menjadi 'pemain' kedua-bahkan beberapa kali terdepak ke posisi ketiga memang sangat mengerikan. Walopun dah bikin program lokal dengan semangat berapi-api dan juala banting tulang, tetep aja gak dapet apresiasi apa-apa.


Ohya, waktu aku info ke mbak Dewi dan pak GHW soal ini mereka nanggepi: next time kita rebut. What about last time? Bukanya udah usaha ngerebut juga? Dan barulah aku dapet cerita lengkap gimana down dan terpukulnya kacab ku di 2 meeting sebelumnya karena misprestasi cabangnya yang berdampak kecilnya alokasi budget untuk kerja semester berikutnya. Itu belum termasuk lewatnya beberapa kompensasi prestasi ke luar negri yang gak beliau sebutin (alias aku denger dari sumber lain). Padahal untuk IM3 udah pencapaian target. Ternyata direksi hanya melihat sisi tertentu yang dipatokkan oleh beberapa pihak aja... Yah, sabar deh pak...


Selesai acara hampir jam 12 malam. Ada Hedi Yunus dan penyanyi wanita (tidak terkenal) diantara penyerahan award. Dan aku berkesempatan joged bareng mbak Rina (the div. head) dan beberapa kali kesempatan maju keatas panggung. Great for a newbi kayak aku, hehehe..


**diposting menggunakan hp, jadi mohon maaf karena foto-foto akan di upload berikutnya setelah bisa online dari PC..

Medan gempa lagi...

baru ajah berasa gempa yang lumayan kencang di Medan. aku yang ada di lantai 2 awalnya ga terlalu ngeh sampe ibu-ibu di lantai ini tereak-tereak... kehebohan langsung membahana... lari ke bawah melalui tangga darurat, dan ternyata udah rame ama orang-orang dari lantai 6, 5 4 dan 3, semuanya sama hebohnya. ini bener-bener menakutkan, semuanya punya ekspresi yang sama: ketakutan


hal pertama yang kulakukan sesampainya dibawah adalah menelpon si mbak, ga sempat harus buka phonebook, ga kepikiran voice dialing, tapi tekan langsung: 081533219xxx, tone pertama kurang dari 2 detik, diangkat setelah i-Ring mulai berbunyi... "am, gempa.. langsung keluar dek.." tanpa sapaan halo seperti biasa...

segera telepon diselesaikan, karena harus nelpon beberapa orang lain: si abang. kutekan lagi, 0852703888xxx, call drop... uh, kenapa sih... kuulangi lagi, sama. dasar... berikutnya nelpon ke mama, yang ini karena ada di quick dial langsung aja nekan 2 agak lama, dan yah, masuk... Indosat bebas gangguan gempa yah kayaknya :p

sepuluh menitan dibawah dan semuanya udah tenang, mulai deh naik ke lantai 2 lagi. langsung juga hp berdering-dering, banyak telpon. telpon kesekian dari pak Syafri, dan langsung dapat info web Geofon yang setiap sekian detik update untuk gempa di seluruh dunia. langsung kubuka, dan hasilnya seperti screenshot ini:


jadi web ini mengumpulkan semua info gempa dari seluruh dunia lengkap dengan peta dimana gempa tersebut terjadi. dan Gempa barusan berpusat di Sinabang, pulau Simelue. inih lokasinya:

dari info web nya gempa kali ini mengguncang dengan kekuatan 7.2 SR dan berpusat di laut dengan kedalaman 30 km. syukurnya tidak berpotensi tsunami, dan belum tercatat ada korban dan tidak ada kerusakan berarti.

hmm.. semoga semuanya baik-baik saja.....

Alena: cantik dan bersahaja


Barusan pulang dari MerdekaWalk, Indosat ngesponsorin acara Imlekannya Mix FM: Mix Your Chinese New Year with Mix FM. Sebenarnya yang disponsorin Indosat hanyal insertion acaranya: Karaoke Mandarin yang difinalkan malam ini. Rangkaian acaranya sendiri telah berlangsung seminggu secara onair di radio.

Ga ada yang spesial di acara ini, gak untuk venue nya, gak untuk tata acaranya, gak untuk penyelenggaranya. Semuanya biasa aja (klo gak tega bilang jelek :p), termasuk karaokeannya sendiri. Tapi yang menjadi kejutan disini adalah hadirnya Alena, si jawara Asia Bagus 2000 di Malaysia yang juga pernah menjadi additional singer di Elfa's Singer dan juga model catwalk nasional.

Yup, Alena emang selain cantik dan bersuara merdu juga sangat bersahaja dan ramah. Dia cuma nyanyi dua lagu, tapi kebanyakan penonton (yang saya yakin gak terlalu tahu siapa Alena sebelumnya) langsung beringsut ke pinggir panggung untuk menyapanya dan meminta tanda tangan serta foto bareng. Dan Alena melayani semuanya dengan senyum lebar, jadi ga ada yang desakan dan berebut, karena betah ama senyumnya yang bikin adem.


Aku sendiri sempat ngobrol banyak ama doi, dan obrolan ini kayak antara temen aja, karena Alena gak bersikap ngartis, sangat-sangat down to earth. Dia nanya aku kuliahnya apa, aku jawab Komunikasi trus dia langsung nyambung dan cerita kalo dia juga Komunikasi, ambil Public Relation di UPH.



Hampir 20 menitan ngobrol aku ambil beberapa fotonya dan selau diberi pose-pose terbaik dengan senyum terbaiknya. Lihat aja disini. Sampe-sampe, aku kelupaan kalo harus mendokumentasikan pemenang lomba Karaoke Mandarin yang udah mulai diserahi hadiah dipanggung. Sukur aja mas Trisna langsung taggap mengambil alih kamera dari aku, kalo gak... lewat deh moment bukti sponsorshipnya, hehehehe


Semoga Alena tambah maju deh, tambah sukses. Juga untuk album keduanya, semoga bisa diterima pasar dan mampu mendongkrak nama Alena ke kalangan lebih luas. Love Alena :D



**buat yang berminat untuk menghadirkan Alena di acaranya, boleh silahkan hubungi mbak Idha, manajernya di alenamanagament@yahoo.co.id atau telpon di 08161853339 :D

Another complaint to Klinik Kesehatan Bunda

Yup, ini emang komplen untuk kesekian kalinya dari orang-orang yang berobat di klinik ini. Setelah beberapa waktu lalu kak Ira pernah gondok kali ama klinik ini, lalu akulah yang harus merasakannya sendiri kali ini.

Ini bukanlah pertama kalinya aku berobat disini, sebelumnya pernah flu berat dan merujuk kesini, tapi cuma ditanya hal-hal non diagnosa ama dokternya lalu disuruh ke apotek buat nebus obat. Itu dulu... Sekarang lain lagi, alias lebih parah lagi! Aku aja ampe bingung, bagian mana yang harus aku ceritakan duluan. Tapi aku mulai dari yang pertama dijumpai deh..

Buat siapa aja yang pernah berobat kesini pasti juga tau gimana memuakkannya receiptionist di klinik ini. Seperti barusan tadi, aku datang ke meja receiption untuk mendaftar ke dokter gigi. Ada 3 receiptionist disana, tapi tak satupun yang menoleh atau merespon saat aku berdiri didepannya. Jadinya kuputuskan langsung bicara agar mereka tau tujuanku datang kesana. Kubilang: 'Mbak, saya mau ke dokter gigi', bukannya langsung melayani, eh malah langsung ambil kegiatan lain: yang satu langsung angkat telpon, yang tengah langsung ambil buku dan nulis sesuatu dan yang ketiga ke laci-laci gitu ga tau ngapain. Aku ngomong lagi agak kenceng baru direspon ama yang ditengah, yang tadi pura-pura nulis, itupun reception nya ga mandang wajahku, iiih.. ini sedang memberikan pelayanan ato apa sih?? Bikin palak..

Akhirnya dia cuma minta ktp, buat diisi datanya. Lalu aku nunjukin kartu asuransi kesehatan, yang ditanggapi dengan nafas melenguh. Ga ngerti apa maksudnya. Nulis-nulis sesuatu di buku pasien trus aku disuruh nunggu, itu sekitar jam tujuh kurang dua puluh menit.

Sekitar 40-an menit aku nunggu baru akhirnya dipanggil. Awalnya aku kirain dokter gigi emang lagi banyak pasien, karena emang rame yang duduk di ruang tunggunya. Tapi pas masuk ke ruang periksa, ruangannya kosong. Dan empat penghuninya yaitu 2 dokter dan 2 perawat sedang bicarain sinetron yang sedang tayang, ga tau judulnya apa tapi yang maen aku liat Nirina. Howalaaaaaa....

Pemeriksaan dimulai, oleh dokter yang lebih muda. Dia nanya keluhanku apa sambi membersihkan bagian-bagian gigiku. Aku cerita aja dengan keadaan mulut mangap penuh alat-alatnya bahwa tadi abis makan rempeyeknya mbak Dewi kayaknya ada yang nyelinap di sela gigi dan bikin rasa ngilu. Dia bilang gigiku bolong. Yah, emang bener sih gigiku ga sehat. Doi meriksa lagi, dan mulai membersihkan dengan alat-alatnya yang ribet itu. Caranya terlihat sangat profesional dan si dokter junior terasa sangat ramah, membuatku menilainya sebagai satu-satunya yang berlaku normal di klinik ini.

Setelah memeriksa gigiku, dia memvonis bahwa 5 gigiku berlubang, yakni 2 di kanan bawah, 2 dikiri bawah dan satu di kiri atas. Semuanya perlu ditambal agar tidak terjadi lagi kemasukan remah makanan. Aku setuju untuk ditambal semua, tapi si dokter bilang jangan ditambal sekalian, melainkan bertahap. Hari ini yang ditambal hanyalah 2 gigi di kanan bawah. Aku juga bingung kenapa ga sekalian aja ditambal semua, tapi yah udahlah...

Penambalan memakan waktu sekitar 15 menitan, termasuk ngebersihin sela-sela gigi sebelum ditambal. Ga ada rasa sakit atau ngilu yang berlebihan, jadi kukira semua prosesnya normal dan hasilnya pasti baik, karena persis setelah ditambal dan aku dipersilahkan membayar di kasir semuanya masih terasa OK.

Setelah pembayaran yang memakan waktu 20 menitan aku berniat pulang, ternyata ketemu mas Indra di ruang tunggu depan. Doi bawa Fatih, anak pertamanya yang demam. Sempat ngobrol bentar tiba-tiba aku merasa bagian gigiku yang ditambal berdenyut sakit sekali. Langsung aja aku bergegas balik ke dokter semula, aku takut ada yang salah dari penambalan barusan.

Sesampainya di ruang dokter lagi dan aku sampaikan rasa denyutan, si dokter dengan nyantai bilang kalo itu reaksi normal dari penambalan gigi untuk orang yang baru ditambal sambil menuliskan resep untuk di tebus dan bilang: "ini obatnya langsung dimakan yaa" . Lho, kalo ini memang reaksi normal kenapa ga sekalian di kasi obatnya tadi setelah proses penambalan? Kebayang apah kalo tadi antrian di kasir ga lama dan aku ga ketemu mas Indra? bisa aja aku udah sampe rumah baru merasakan sakitnya denyutan dan harus balik lagi ke rumah sakit? Ini dokter ato apa sih???

Tapi rasa sebalku belum cukup sampai disitu. Aku harus antri lagi di kasir untuk menebus obat dan pembayaran, dan karena aku tadi pake kartu asuransi kesehatan, si kasir memerintahkan aku untuk balik ke receitionis untuk mendaftar lagi menggunakan kartu asuransinya. Sialan.!

Ini semua belum cukup, karena setelah kembali ke kasir, si apoteker yang jaga dengan kasar memerintahkanku duduk kursi tunggu menunggu proses penggesekan kartu asuransi. Dengan kondisi gigi yang berdenyut kuat aku harus menunggu dengan rasa yang sangat menderita lebih lama? Aku langsung emosi aja, dan bilang ke kasirnya untuk mempercepat prosesku karena gigiku udah sakit banged dan aku ga bersedia nunggu di antrian lebih lama alias aku akan nunggu tepat didepannya, sampe dia menyelesaikan prosesku.

Eh.. si kasir malah dengan kasarnya menjawab: "ini banyak yang mo dikerjakan."

Aku bertahan berdiri terus didepannya, tapi dia gak ngelakuin apapun kecuali cuma ngedumel ngeliatin kertas-kertas strukku di mejanya. Emang dasar dia aja yang mo memperlama proses, padahal udah ga ada kerjaan lain. Sampe beberapa menit dia mungkin gerah juga diat aku tetap berdiri didepannya dengan kasar dia membating obat dengan telapak tangannya di meja kasirnya sambil bilang: "nah, makan aja lah dulu obatnya.!"

Karena emang gigiku udah denyut sakit banged akhirnya kuambil juga obatnya dan telan di depan dispenser. Kutelan bersama sebalku di klinik ini.

Aku emang bener-bener harus nunggu lagi, mungkin 5 menit atau 10 menit aku udah ga terlalu liat waktu lagi baru akhirnya dipanggil oleh si kasir sialan tadi. Kali ini dia udah agak ramah mengembalikan kartu asuransi ku sambil menjelaskan frekuensi makan obatnya. Aku udah pasang tampang terjutek untuk menghadapinya dan kurasa dia menyadarinya, aku liat mukanya memerah.

Aku tanya namanya, enaggan banged ngejawabnya: Irma pak. Dan kalimat yang langsung keluar cepat dari mulutku: "Laen kali kayaknya kamu harus tau gimana ngelayani pasien, kami disini bayar, bukan gratisan" dengan nada pedas. Ini belum terasa cukup sih, tapi setidaknya lumayan melampiaskan emosi ku, dan gigiku masih berdenyut...


Sampe rumah gigiku masih berasa denyut juga, bikin ga bisa konsen dan rasa ga nyaman banged. Aku cerita ke anak satu kost yang sedang Co-Ass di RSU Pirngadi, apa iya ini reaksi normal untuk gigi yang baru ditambal? Dan sangat mengejutkan, dia bilang seharusnya setelah ditambal itu ga denyut-denyut amat, paling hanya merasa risih kayak ada benda asing yang nyelip digigi. Kalo rasanya denyut, itu kemungkinan karena tambalannya ga sesuai dengan lubang digigi. Anjrit...

Akhirnya dari dia dikasi obat yang alhamdulilah ngilangin rasa denyutnya. Dan cerita-cerita lagi, kenapa yah tadi klo emang mo ditambal ga sekalian aja. Jawaban dari dia: kalo kunjungannya beberapa kali kan artinya si dokter dibayar beberapa kali.. Anjroooooooott........

Sialan banged kan? Iih, kalo ada pilihan lain mending cari tempat berobat lain aja lah asal jangan klinik bunda..!

faira

di inbox email kantor ku ada email baru dari oom Joko, ternyata undangan pernikahan kak Ira dan mas Fardian :D

tadi pagi sempet ikut mengorganize penyebaran undangannya di lantai 2 dan 3, tapi harus ninggalih di lantai 4 karena ada tamu yang ga bisa ditinggal. maap yaaa...

undangannya cakep, pinky ala kak Ira. modern, nice and stylish. bikin semua pengen dateng, halah..!!
owh ya, yang agak mengagetkan di emailnya oom Joko adalah, ada link di footer emailnya: www.faira.co.nr lho ini web apa yah? langsung lah kukunjungi, dan ternyata: taraaaaa


wah, keren banged... hihihihihi
isinya ada gajah dan meong. representasi masing-masing dari karakter keduanya, hehehehe

semua pada kunjungi juga yaaa