mIRC

hari gini, ditengah banyaknya invasi instant messaging dimana-mana, asih ada gak yah yang masih make mIRC? jawabannya: ADA, banyak pun :p

aku salah satunya, dan masih ada ribuan bahkan jutaan dilar sana. jaman kapan yah pertama kali tau mIRC? mungkin sekitar kelas 3 smp, persisnya pas pertama kali kenal warnet. mIRC nya pun diajarkan oleh pejaga warnetnya, hehehe

dulu yah channel yang selalu di query adalah #bawel, waktu itu kok rasanya seru banged ngobrol ngalor ngidul ga jelas ama siapa aja yang cuma hadir dengan nick-nick aneh, tapi seru...

sampe sekarang, masih eksis terus dengan aplikasi chat ini, walaupun juga tetep chat di YM, WM, GC dan AIM. kadang aku pun ngerasa aneh juga, kenapa harus punya banyak akun chat, cuma buat ngobrol-ngobrol yang lebih dari 70% temennya ga kenal sama sekali... aneh!


yang mungkin jadi agak masalah saat ini adalah, dikantor mIRC di blok. bukan baru-baru ini, tapi udah dari jaman aku masuk sini deh kayaknya. ya emang lah ya, masak sih kantor harus membayar kita ada disana minimal 8 jam sehari hanya untuk memfasilitasi chatting, hehehehe

tapi yah dasar bandel, selalu aja ada banyak jalan menuju roma. ga bisa lewat tol yah lewat jalan tikus lah, kalo perlu gang buntu pun dijalani, tul ga?
ada banyak sekali web-web yang memberikan layanan gratis untuk chat di irc, tanpa harus menggunakan mIRC. salah satu favorit ku adalah mibbit.com


laman web ini tampilannya sederhana, tapi tidak sesederhana web irc kebanyakan yang umumnya hanya berisi 4 kolom untuk diisi dengan nick, server dan channel, mibit.com memberikan nuansa yang lebih enak dilihat.

entah kenapa kok rasanya saat aku lagi bete ato ga ada ide untuk ngelayout materi-materi aku selalu mencari inspirasi melalui chat dengan orang-orang tak dikenal disebrang sana. entah apapun yang dibicarakan, yang penting ngobrol, hehehehe

aku selalu online di YM, tapi kok rasanya ngobrol dengan orang baru yang tidak dikenal memberikan nuansa yang berbeda, bahka kadang malah ngai inspirasi untuk layout. aneh kan?? padahal ga ada hubungannya sama sekali antara ngobrol dengan design. ga tau degh...

Iklan

Ini iklan himbauan terbaru, silahkan dilihat....

Makna Sebuah Pesan

bulan-bulan belakangan ini dunia internet Indonesia (bahkan lebih dari separuh dunia) sedang heboh dengan sebuah film pendek yang sangat-sangat kontroversial, Fitna. Film yang dibuat oleh seorang kewarganegaraan Belanda, Geert Wilders ini mengundang kemarahan banyak umat islam di seluruh dunia karena isinya yang memojokkan dan menggeneralisasi umat dan agama Islam sebagai agma teroris, juga menuduh Al-Quran sebagai kitab yang menyuruh umatnya untuk membunuh umat agama lain. Sangat-sangat subjektif dan sangat memojokkan, dan membuat yang menontonnya menjadi berang terutama umat Islam.

aku sendiri menonton film pendek ini di Youtube setelah mendapat info dari milis. jujur, aku sendiri bukanlah umat Islam yang taat, tapi tetep aja film ini membakar hati... dari berita-berita yang kemudian banyak merebak, ternyata film ini awalnya di publikasikan dari situs LiveLeak yang kemudian menghapusnya dari database karena tuntutan dari banyak umat Islam.

kemudian yang menjadi fenomena di Indonesia dan banyak negara berpenduduk mayoritas Islam lainnya adalah pemblokiran situs-situs yang memajang film ini didatabase mereka untuk dapat ditonton oleh banyak orang. sebut saja Youtube dan Multiply. Ini adalah 2 web sasaran utama yang di tutup aksesnya oleh ISP-ISP lokal atas permintaan pemerintah Indonesia. ini masih agak sopan yah pemerintah kita, meminta ISP membatasi akses ke film Fitna setelah mengajukan surat ke webnya secara resmi. kalau di negara Islam lain yang terjadi adalah pemblokiran langsung tanpa permintaan resmi, seperti yang terjadi di Pakistan, Afghanistan, Iran dan beberapa negara lain.

aku sendiri bingung, ini tindakan yang arif atau tidak. mengingat konten yang disediakan Youtube kan bukan cuma film Fitna dowang, melainkan terlalu banyak untuk disebutkan. tindakan pemerintah dengan membatasi akses ke web portal semacam Youtube dan Multiply mengakibatkan banyak hal-hal lain yang justru positif juga terblokir. di kampusku, dosen filmatografi mengajarkan tentang film-film pendek dengan mengambil materi kuliah dari Youtube. juga temen-temen band indi lokal, mereka ngepublish materi albumnya yah di situ juga... serba salah kan??

tindakan pemerintah ini kalau dianalogikan seperti membasmi serangga dengan membakar rumah. padahal banyak racun serangga kan?? emang ga bisa apah pemerintah bekerja sama dengan ISP-ISP lokal untuk membatasi akses dengan membelokkan alamat tujuan setiap mengakses film Fitna saja, semacam program Parental Advisor gitu lho, tapi dengan skup yang lebih luas, gitu.. bisa ga? itu kan lebih arif yah, jadi kita semua pengakses wajib Youtube tetap bisa menikmati layanan gratis dengan bebas dan pemerintahpun tenang karena tetap bisa melindungi rakyatnya dari pesan-pesan yang tidak tepat. bener ga?

itu di negara kita. di Belanda, negara asal pembuat film ini juga terjadi pro kontra yang sangat hebat. para pendukung Geert Wilders menunjukkan aksi dukungannya dengan turun ke jalan-jalan, berkonfrontasi langsung dengan kelompok yang menentang film ini. pemerintah Belanda sendiri diberitakan menentang dipublikasikannya film ini, karena takut akan terjadi pergolakan yang mengakibatkan terganggunya stabilitas ekonomi dan politik dalam negrinya, seperti yang terjadi di Denmark saat munculnya kartun Muhammad beberapa waktu yang lalu.
juga kelompok yang anti film ini sendiripun juga tidak kalah banyak di Belanda. mereka sampai membuat satu website yang menyatakan permintaan maaf atas perbuatan seorang yang mereka sendiri tidak sukai dan telah menyakiti hati banyak warga muslim diseluruh dunia.

coba deh akses sorryforthefilm.com, disana banyak warga Belanda yang menunjukkan sikap tidak respek nya kepada Geert Wilders dan meminta warga muslim tidak menjustifikasi mereka semua seperti Wilders.

hhuuuhhhhh... sudah terlalu banyak opini yang terbentuk, sudah terlalu banyak yang tersakiti... tapi maaf tentu masih tetap terbuka kan yah..?